Pakai Menstrual Cup : Apa dan Bagaimana Sih?

Posting Komentar

pakai-menstrual-cup

Halo Maksay, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat ya. Selalu happy, enggak uring-uringan kek waktu emak-emak lagi PMS.

Eit, bicara soal PMS jadi keingat sama story WhatsApp teman. Itu, tentang pengalaman pertamanya pakai menstrual cup.

Maksay ada yang tahu? Atau jangan-jangan malah sudah ada yang pakai ya? Sharing-sharing di ruang sini yuk! Pakai menstrual cup : apa dan bagaimana sih?

Akhir-akhir ini memang sedang gencar ajakan untuk beralih dari pembalut sekali pakai ke menstrual cup. Zero waste dan ramah lingkungan, begitu beberapa kampanye yang emak ketahui. Benarkah? Sebelum ambil keputusan untuk beralih, kenalan dulu yuk, Mak!

Apa itu Menstrual Cup?

Kalau merujuk dari arti setiap katanya, menstrual berarti menstruasi atau haid sedangkan cup diartikan cangkir. Jadi menstrual cup dapat diartikan cangkir menstruasi. Cangkir ini digunakan untuk menampung cairan menstruasi yang keluar dan mencegah kebocoran di pakaian. Cangkir ini biasanya terbuat dari silikon layak medis dan berbentuk seperti lonceng dengan batang pegangan.
Berbeda dengan pembalut atau tampon, alat ini hanya mampu menampung cairan mentruasi bukan menyerap.

Apa Kelebihan dan Kekurangan Menstrual Cup?

Nah, ini Maksay yang tak kalah penting mesti kita ketahui sebelum benar-benar memutuskan beralih dari pembalut sekali pakai ke menstrual cup. Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Kita bahas satu-satu ya!

Kelebihan menstrual cup dibanding pembalut sekali pakai adalah ;

Ramah lingkungan

Ini adalah alasan utama digalakkannya mengganti pemakaian pembalut sekali pakai ke bentuk lainnya, menstrual cup salah satunya. Zero Waste Indonesia (ZWID) komunitas yang didirikan oleh Maurilla Imron dan Kirana Agustina ini sangat mendukung penggunaan menstrual cup karena zero waste alias nol sampah. Bagaimana bisa tanpa sampah? Hal ini karena cangkir menstruasi ini terbuat dari silikon yang dapat digunakan secara berulang. Satu menstrual cup dapat dipakai selama kurun waktu 10 tahun. Nah, benar-benar ramah lingkungan kan?

Lebih aman

Selain karena terbuat dari bahan silikon medis yang aman untuk tubuh, menstrual cup juga berbeda dengan pembalut sekali pakai yaitu bebas pemutih, bebas pewangi. Dua hal ini umumnya terdapat pada pembalut sekali pakai. Jadi bisa dipastikan cangkir menstruasi ini bebas bahan kimia yang mengganggu kesehatan.

Bisa menyesuaikan ukuran

Ini karena terdapat pilihan size sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan kenyamanan tubuh. Ukuran di sini berkaitan dengan besarnya daya tampung cup dan panjangnya ekor cup. Umumnya ada tiga ukuran, S, M, dan L.

Nyaman dipakai aktivitas apapun

Biasanya saat sedang mesntruasi kita akan menghindari aktivitas yang berada di air karena takut cairan tercecer ke mana-mana. Memilih tidak memakai pakaian berwarna putih atau warna-warna pastel karena takut tembus. Berbeda saat memakai menstrual cup, aktivitas di air tetap bisa dilakukan karena sistem pemakaiannya yang berada di dalam vagina. Risiko tercecer atau larut dalam air sangat kecil jika dipasang secara tepat.

Hemat

Nah, ini alasan yang perlu dipertimbangkan. Hemat biaya. Memang jika dilihat dari harga, saat awal membeli cukup mahal dibandingkan membeli pembalut sekali pakai. Namun perlu diingat, jangka waktu pemakaian yang long time tentu jatuhnya akan lebih hemat. Misalkan, harga menstrual cup Rp400.000/pcs digunakan selama 10 tahun maka per tahunnya hanya butuh empat puluh ribu rupiah. Sementara jika memakai pembalut sekali pakai, satu bungkus seharga Rp10.000 maka setahun harus mengeluarkan anggaran RP120.000. Sepuluh tahun sebesar satu juta dua ratus ribu rupiah untuk membeli pembalut saja. Berapa selisihnya, Maksay? Yup, tepat sekali.

Hukum alam, ada kelebihan pasti ada kekurangan.

Lantas apa kekurangan menstrual cup ini?

Sulit digunakan

Bagi yang belum terbiasa apalagi belum pernah pakai, melihat bentuk dan ukuran cangkir menstruasi saja sudah ngeri membayangkan memakainya. Memang sebagian besar pemula mengalami kesulitan saat memakai alat ini. Hal ini karena pemakaiannya yang harus dimasukkan ke dalam lubang vagina. Ngeri-ngeri sedap ya, Maksay.

Harus ekstra higienis

Karena penggunaannya yang langsung di area vagina maka perlu benar-benar dipastikan kebersihan alat maupun tangan saat pemakaiannya.

Perlu menemukan ukuran yang cocok

Menstrual cup terdiri dari beberapa ukuran, maka perlu mengetahui secara tepat ukuran yang cocok. Terlebih lagi jika rahim dalam kondisi tertentu, seperti rahim miring atau turun.

Butuh perawatan ekstra

Menstrual cup tidak langsung dibuang setelah dipakai seperti pembalut sekali pakai sehingga memerlukan perawatan yang ekstra sebelum dan setelah dipakai. Hal ini tentu saja membuat pemakai harus paham betul bagaimana perawatan yang benar agar kualitas tetap terjaga.


Bagaimana Maksay, masih ingin lebih tahu lagi tentang menstrual cup ini? Yuk lanjut!
Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangannya, selanjutnya bagaimana sih cara pakainya? Penasaran ya, Maksay?

Bagaimana cara pakai menstrual cup?



Huwa, ngeri-ngeri sedap ya, Maksay? Tenang, banyak kok yang merasakan demikian. Wajar. Namun setelah dicoba ternyata tak sengeri yang dibayangkan.
Masih penasaran, Maksay? Nih, ada sedikit bocoran untuk Maksay.

Pendapat mereka yang telah memakai menstrual cup.

Maksay bisa simak beberapa pendapat yang telah memakainya berikut ini ya. Bisa sebagai bahan pertimbangan.


kata-mereka-tentang-menstrual-cup


“Saya pakai sudah setahun 4 bulan, Dulu kalau pas menstruasi itu nggak nyaman. Mau pergi2 itu juga males karena mesti bolak-balik ganti. Min setiap 3jam. Lebih dari itu lembab dan nggak nyaman. Kalau dipaksakan bisa iritasi. Kalau sudah iritasi harus bolak-balik dokter....fyuuuh. Sejak pakai menscup, bye2 lembab dan iritasi,” tulis akun facebook Miftahuraifah Qurotun Aini.

“Udh 4cycle pake menstrual cup, yang ke 4 ini udah bener2 nyaman banget, emang butuh adaptasi 3bulan.. yaa gmn ud bertaun2 pake pembalut tbtb pake menstrual cup.. wajar ya butuh adaptasi, Tp 3bulan itu worth to wait & try!” tweet @browniepanggang.

Sementara akun Rika Khairunisa menuliskan seperti ini, “Asli pernah nyoba ribett bnget ,, gw udh pernah dan itu kalo lubang nya ke kecil sakit ,,, yaa terserah sih kalo penasaran mau nyoba mah ... , LBH baik pake softex aja lah .. ..”

Pun pendapat dari akun @pororoicecream, “yang ga enak dari menstrual cup tu keluarinnya. mayan ga nyaman.”

Nah, ini Maksay beberapa pendapat mereka yang telah memakai cangkir menstruasi ini. Hem, bagaimana? Setelah sharing di atas kira-kira Maksay berniat pakai menstrual cup?
Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar