Tarawih Pertama

Posting Komentar

Marhaban ya Ramadhan, marhaban ya sahro shiam.
Alhamdulillah, masih disampaikan Allah memiliki umur untuk bertemu bulan puasa tahun ini. Masih sehat, iman Islam, dan dalam formasi baru. Ada si bungsu tole Al Faruq, putra kedua setelah 2 kali kehilangan calon adiknya genduk Hanin.

Awal puasa kali ini sedikit heboh. Bukan, bukan hal negatif kok. Hanya kesibukan mempersiapkan tole yang 3 hari lagi berusia 1 tahun untuk ikut sholat tarawih pertamanya.

Para emak tentu tahu ya, seperti apa polah anak umur segini. Sedang aktif-aktifnya belajar jalan (terantanan dalam bahasa daerah Nganjuk) serta tidak mengenal lelah mobile dengan merangkak. Bisa dibayangkan bagaimana hebohnya kalau diajak ke masjid untuk jamaah tarawih.

Bisa? Nanti dia keliling dari shaf ke shaf? Waktunya jamaah sujud malah duduk di atas sajadah orang? Kalau nangis bagaimana? Dan berbagai pertanyaan lainnya 😁 bertebaran di pikiran.

Bisa tidak ya?

Akhirnya berbagai persiapan dilakukan. Tole gemar ngemil, maka siapkan roti senengannya sebungkus. Cukuplah untuk membuat Al Faruq sibuk mengunyah selama 1,5 jam. Tak lupa membawakan air. Nah, air ini diwadahi apa ya? Biasanya tole minum pakai gelas, gak memungkinkan kalau nanti bawa gelas. Belum bisa pegang sendiri dengan benar, pasti tumpah-tumpah. Cupfeeder? Sama, disembur-sembur juga. Apa ya?

Akhirnya setelah mondar-mandir keliling rumah, mata tertuju pada dot berhandle yang masih berkadus di bufet. Aha... pasti ini aman. Tidak tumpah dan tole bisa pegang sendiri. Sebelum berangkat diuji cobakan, meski awalnya tole bingung dan hanya dipakai mainan akhirnya bisa juga minum dengan dot. Tumpah juga sih, tapi tak separah kalau pakai gelas lah. 

Cara membuatnya tidak menangis sudah ada solusi, tinggal bagaimana agar tidak berkeliling.
"Taruh saja di kereta, Mi" saran abi.
"Kerasan?" gamang karena sejak bisa merangkak Al Faruq tidak begitu nyaman duduk anteng di stroler. Heboh minta turun kalau tidak segera diturunkan pasti menangis.
"Ya bawain mainannya. Itu mobil-mobil kecil atau balon plastiknya, lagian sudah umi siapkan cemilan to? Anteng pasti."

Pukul 18.30 siap berangkat. Berempat jalan kaki menuju masjid yang berjarak sekitar 5 menit perjalanan. Al Faruq dalam gendongan sementara stroler didorong genduk Hanin. Senyum ceria menyambut shalat sunah yang hanya ada di bulan Ramadhan ini.

Sesampainya di masjid cari posisi ternyaman. Shaf paling belakang dan di luar masjid. Sip. Emak nyaman anak senang.

Tibalah iqomah. Rakaat pertama shalat Isya' terlampau dengan tenang. Kedua, ketiga lancar. Masuk rakaat keempat saat rukuk sedikit rengekan minta turun dari stroler, dot mulai digigit-gigit tapi akhirnya sampai pada salam. Aman.

Saat tarawih? Salam pertama, lancar. Kedua? Ada bocah usia 2 tahunan datang, meraih mainannya. Heboh ini, saling rebutan pasti batinku. Eh... ternyata tole malah senyum girang dapat teman dan mau berbagi mainan. Si bocah juga ngemong banget, mau nyuapi Al Faruq roti dan mengambilkan mainan yang jatuh.

Alhamdulillah, lancar jaya tarawih pertama mengajak Al Faruq di masjid. Semoga sampai akhir Ramadhan ya, Le.

#day1 Ramadhan keluargaku
#RWCODOP2019
#OneDayOnePost

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar