Kapok, Mendem Dosa dan Kembali ke Sang Khalik

Posting Komentar

Aroma wangi pandan mengepul menggoda hidung terus menikmati. Warna gula aren tak kalah mengincar netra agar segera terjamah. Bongkahan pisang kepok dan ubi seakan berteriak "ayo nikmatilah aku"

Hahaha... mungkin begitu ya kala sang minuman yang konon berasal dari Timur Tengah ini tersaji di hadapan. Kolak. Ya, minuman yang menjadi primadona untuk menu berbuka ini memang sungguh menggoda selera. Rasa manis beradu dengan aroma wangi pandan. Pas dan pas 😁

Pernahkah terbersit kalau kolak ternyata diriwayatkan sebagai sarana masuknya ajaran Islam ke tanah Jawa? Kolak ditafsirkan dari kata KHALIK yang artinya Sang Pencipta. Dengan memakan kolak diharapkan selalu ingat kepada sang Khalik.

Sementara isian terdiri dari pisang kepok dan ubi. Pisang kepok dimaksudkan dari kata kapok. Kapok artinya berhenti, insyaf tidak berbuat dosa lagi. Ubi, dalam bahasa Jawa sering disebut pala pendem. Diibaratkan memendam segala sikap buruk atau dosa.

Jadi bisa dimaknai saat memakan kolak diharapkan seseorang akan kembali ingat kepada sang Khalik dan insyaf mengubur segala perbuatan dosa. Terlahir kembali sebagai pribadi yang lebih baik.

#day3 #RWCODOP2019 #OneDayOnePost

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar