Registrasi Kartu Prabayar

Posting Komentar

[Mengingatkan, besok sudah tanggal 28 Februari 2018. Siapa yang belum registrasi kartu seluler, segera saja ya] begitu bunyi salah satu pesan whatsapp di grup yang kuikuti.

Seketika aku semangat lagi untuk mendaftar ulangkan nomor ponsel yang kupunya. Ya, semangat lagi. Mengingat sudah sejak himbauan ini dikeluarkan Kominfo entah sudah berapa kali kucoba dan hasilnya? Zonk. Gagal.

Kukirim sms ke 4444. Dapat balasan. Gagal. Aku mengetik dengan format salah. Oke, aku betulkan sesuai petunjuk. ULANG (spasi) nomor induk kependudukan (NIK)#nomor kartu keluarga (KK)# cek ulang, jangan sampai salah format lagi atau salah memasukkan nomor identitas lalu klik 'send'. Menunggu beberapa detik dan kembali menerima balasan [Maaf, data NO_KK yang Anda masukkan salah. Mohon cek data diri Anda & lakukan kembali proses registrasi.]

Eh, salah nomor KK? Oh ... mungkin aku salah ketik. Mencoba lagi. Ketik lagi, kali ini dengan hati-hati. Sebelum kukirim, cek lagi dan lagi. Setelah yakin tidak ada nomor yang terlewat atau kelebihan, baru pesan itu terkirim. Dan, taraaa ... lagi-lagi
[Maaf, data NO_KK yang Anda masukkan salah. Mohon cek data diri Anda & lakukan kembali proses registrasi.] Ehm ... apa-apaan ini! Keluhku dalam hati. Tak berapa lama ada pesan masuk lagi dari 4444 dengan bunyi yang lebih menyedihkan (menurutku) [Pelanggan yth, registrasi prabayar anda masih belum berhasil, perbaiki data kependudukan di Dukcapil setempat dan silahkan utk melanjutkan registrasi.] Hwuuaaa ... apa lagi ini!

Akhirnya dengan hati mengkal, kuabaikan himbauan registrasi kartu ini. Bukannya apa, dua minggu sebelumnya ketika mengurus perbaruan e-KTP karena jatuh entah di mana saat perjalanan di kantor Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) aku sudah wira-wiri karena dataku dan keluarga tidak terbaca dengan nomor KK yang kupunya. Diulang tiga kali pun tetap 'data invalid' alias KK yang kupunya sebelumnya tidak terbaca di server pusat. Alternatif yang diberikan petugas setempat harus mengurus KK baru. Oh ... tidak. Itu artinya harus mengulang dari kelurahan, kecamatan, baru ke Dukcapil lagi!

Yah sudahlah, seharian bolak-balik akhirnya selesai. Seminggu kemudian terbitlah KK dengan nomor baru pula. Sehingga bisa mengurus KTP. Tapi urung kulakukan, karena Alhamdulillah e-KTPku ternyata ada di dompet satunya. Tidak jadi hilang bersama ATM dan SIM.

Nah, bagaimana tidak nyesek. Baru kurang lebih dua mingguan mengurus KK,  kini dengan mudahnya dapat jawaban dari 4444  diminta memperbaiki data kependudukan di Dukcapil. Terserah, keblokir juga terserah. Begitu batinku saat itu. Malas.

Nah, di saat detik-detik akhir batas registrasi aku kelabakan sendiri. Belum registrasi nomor kartu, padahal ini nomor yang diketahui banyak teman dan partner usaha. Bagaimana kalau sampai terblokir? Mau tidak mau, akhirnya kuulang lagi ritual kirim data ini. Sekali, gagal. Dua kali, masih gagal. Sampai kucoba pakai nomor KK yang lama, siapa tahu yang terdeteksi masih dengan data lama. Hening. Ternyata gagal lagi.

Menjelang pukul 22.28 tanggal 27 Februari ada teman grup WA yang memberi tahu untuk mencoba lewat *444#. Dengan agak malas-malasan aku coba juga, setelah sebelumnya ada yang menyarankan lewat website https://www.telkomsel.com/daftar-ulang-prepaid juga berakhir gagal. Sedetik, dua detik, berlalu sampai akhirnya terbaca [Terima kasih nomor Anda telah BERHASIL registrasi ulang]

Alhamdulillah, lega rasanya. Setelah sekian kali mencoba dengan berbagai rasa dan cara akhirnya berhasil. Terlepas dari pro dan kontra himbauan ini, setidaknya aku sudah memenuhi kewajiban kepada pemerintah. Apakah data ini akan dipakai sebagaimana mestinya atau seperti kabar yang akan disalahgunakan, itu sudah di luar kewenanganku.

#catatan perjuangan yang nano-nano rasanya 😂

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar