Bangun Tidur

1 komentar

Happy Valentine's Day!

Sering dengar, melihat, atau mungkin mengucapkan kalimat ini?? Terutama hari ini, tanggal 14 Februari. Kalau iya, bersyukurlah. Artinya masih diberi kesempatan hidup, bernafas, dan beraktivitas setidaknya sampai detik ini.

Apa hubungannya?
Pernahkah terlintas dalam benak, tanpa bisa bangun dari tidur lelap artinya kita sudah mati. Jika ini terjadi, maka sanggupkah kita mendengar, melihat, atau mengucapkan hari kasih sayang? Di luar koridor pro dan kontra perayaan Valentine Day, ya!

Jika mau mentafakuri makna "bangun tidur" saja, maka dengan sendirinya hati, pikiran, dan raga akan selalu mawas waktu. Kesempatan yang Allah berikan di hari ini tak akan pernah disia-siakan. Why? Karena kita tak tahu besok masih diberi kesempatan untuk bisa bangun tidur lagi atau tidak. Sanggupkah membuka kedua mata atau jangan-jangan hanya sebelah saja atau mungkin kelopak terbuka namun tetap gelap. Jemari bergemeretak mengayun sendi atau terbujur kaku. Oksigen mampu terhirup atau sesak melanda. Hidup atau mati. 

Jadi, selalu syukuri kasih sayang yang Allah berikan setiap kali bisa bangun dari tidur. Kapan saja, tidak hanya setiap tanggal 14 Februari 😊

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

1 komentar

  1. setujuu...bersyukur tiap hari, karena Allah memberikan kasih sayangnya juga tiap hari...tiap detik😘😘

    BalasHapus

Posting Komentar