YUK (Young Entrepeneur Nganjuk)

Posting Komentar

Seorang teman, bernama Puguh Wicaksana saat itu sekitar bulan September 2015 bertemu pelaku UKM Nganjuk yang rata-rata usianya sudah sepuh, antara 40-50an tahun. Mereka mengeluhkan lambatnya penjualan produk UKM. Dari informasi yang diperoleh, produk ini hanya dipasarkan dari mulut ke mulut kepada orang-orang yang mereka kenal.

Sebenarnya sudah difasilitasi okeh pemerintah daerah dengan disediakan tempat oleh-oleh khas Nganjuk. Dekranasda kami menyebutnya. Pusat oleh-oleh di sebelah kantor pemda. Namun, hanya tamu-tamu kedinasan yang datang untuk berbelanja, selebihnya tak ada yang berkunjung.

Puguh kemudian menyarankan untuk memasarkan produk secara online, dan ternyata kebanyakan bahkan hampir semua tidak tahu apa itu penjualan secara online. Ketika ditanya "apakah punya hp?" jawabnya "punya". Bagus, pikir Puguh. Setidaknya sudah ada modal.
"HPnya apa?"
"Nokia," para ibu-ibu sambil mengeluarkan hp masing-masing. Dan... Samsung yang dipegang.
Wah, berat ini.

Selang beberapa bulan, saat pertemuan persatuan UKM se Nganjuk yang dihadiri sekitar 30an pelaku UKM, Puguh diminta menyampaikan materi perdagangan online. Materi yang teramat asing, sehingga tidak ada yang paham.

Berawal dari sini, Puguh berniat mengumpulkan pelaku UKM usia muda. Harus membuat persatuan UKM dari pengusaha muda yang tidak gaptek.
Dari niatan tersebut, pada bulan Oktober minggu ketiga Puguh mulai menghubungi pengusaha-pengusaha muda yang berusia di bawah 40 tahun. Terkumpul 4 orang. Berdiskusi. Akhirnya sepakat mendirikan persatuan pengusaha muda Nganjuk meski belum tahu diberi nama apa.

Mereka membuat grup whastapp, sehingga tercetuslah nama Young Entrepeneur Nganjuk yang disingkat YUK.

Pertemuan demi pertemuan terus diadakan, kopdar istilahnya. Disusunlah kepengurusan mulai dari ketua sampai seksi-seksi yang dibutuhkan. Dari semula anggotanya hanya 4 orang, sampai saat ini per Mei 2017 jumlah keanggotaan YUK mencapai 80 pengusaha di bawah usia 40 tahun dari berbagai bidang. Ada pengusaha makanan, minuman, fashion, craft, jasa, sampai ke kontraktor.

Kegiatan yang diadakan juga beragam. Setiap Senin dan Kamis ada sharing anggota, membedah permasalahan-permasalahan yang dihadapi anggota untuk dibedah bersama sehingga ketemu jalan keluarnya.

Ada juga sharing materi dari nara sumber yang sudah sukses mengembangkan usaha sehingga bisa berbagi tips dan trik memajukan dan meningkatkan omzet.

Pertemuan rutin sebulan sekali dengan tujuan saling mengenal dan silaturahim secara langsung, di luar kopdar online via grup whastapp. Serta ada kegiatan Sedekah Corner setiap Sabtu dengan konsep membeli nasi dan minuman seharga 7-8 ribu rupiah kemudian dijual kepada kaum dhuafa seharga seribu rupiah. Mengapa dijual?  Tidak dibagikan? Ternyata hal ini bertujuan agar menumbuhkan jiwa usaha pada mereka. Tidak cuma-cuma untuk memperoleh sesuatu.

Sampai saat ini, visi dan misi YUK untuk merangkul pengusaha muda guna mempererat silaturahmi dan mengembangkan usaha sudah cukup berhasil. Terbukti beberapa produk lokal Nganjuk sudah go nasional diantaranya brownis Manten, bawang goreng BawangKita, Tha chocolate, Tiwul Instan Wong Ndeso, dan masih banyak lagi.

Puguh selaku ketua YUK berharap ke depan semakin banyak manfaat yang diperoleh serta UKM Nganjuk semakin berkembang dan dikenal masyarakat luas.

Young Entrepeneur Nganjuk bisa diakses melalui akun facebook https://www.facebook.com/Young-Entrepreneur-Nganjuk-1958032401002556/

#KETIK #1
#HARIKE9
Dwi Restanti
7.11
9/5/17

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar