The Power of SMK

Posting Komentar

Akhir-akhir ini, kita familiar dengan istilah 'OK OCE'. Program One Kecamatan One Centre of Entrepeneurship yang diusung oleh pasangan Anis Baswedan - Sandiago Uno dalam pemilihan kepala DKI Jakarta.

"Jangan sampai kita tidak jadi tuan di negeri sendiri. Kita numpang di tanah air sendiri" demikian tutur Sandi dikutip SuaraJakarta.co.

Yang menarik dari OK OCE adalah fokus program ini. Dari kelima fokus yang disampaikan, salah satunya adalah lulusan SMK langsung dapat kerja.

Mengapa difokuskan pada lulusan SMK?

Hal ini sejalan dengan kondisi di lapangan. Kepala BPS, Suryamin menyampaikan kepada Detikfinance tertanggal 4 Mei 2016 bahwa jumlah pengangguran  di Indonesia per Februari 2016 adalah 7,02 juta orang. Hal ini berkurang 430.000 orang dibanding posisi per Februari 2015. Pengangguran terbanyak adalah SMK. Sebesar 9,84%, artinya dari 100 lulusan terdapat 9 - 10 yang belum bekerja.

Sekolah Menengah Kejuruan. Yups, semua dari kita sudah tahu itu. SMK adalah sekolah sederajat SMA namun lebih terkonsentrasi pada bidang tertentu, mulai dari jurusan otomotif, elektro, teknik jaringan, tata busana, tata boga, majamen keuangan, penjualan, sekretaris, dan masih banyak lagi.

Visi SMK sendiri adalah SMK Bermutu,  Unggul Merata, Terampil, Berkarakter, dan Berdaya Saing Keberkerjaan. Ditunjang dengan salah satu misinya yaitu meningkatkan kepastian layanan menghasilkan lulusan SMK terampil, berkarakter dan mandiri.

Setamatnya dari sekolah, siswa-siswinya diharapkan mampu menjadi tenaga kerja yang siap pakai. Kemampuan mereka memang di posisi tengah, dibanding lulusan SD/SMP dan diploma/Sarjana. Pangsa pasarnya juga midle, pekerja dengan ketrampilan. Jika SD/SMP dibutuhkan tenaganya tanpa keahlian, sedangkan diploma atau sarjana sebagai pekerja atau tenaga ahli.

Sebenarnya, lulusan SMK ini bisa menjadi tenaga ahli melebihi lulusan SMA yang melanjutkan ke bangku kuliah.

Dengan cara bagaimana?
Coba kita menggunakan logika kasar, logika berpikir cepat. Yang pertama, seandainya lulusan SMK ini bisa melanjutkan kuliah di bidang yang sesuai dengan jurusannya, bukankah dia selangkah lebih maju daripada lulusan SMA mengambil bidang yang sama? Dia telah memiliki dasar-dasar sewaktu di bangku SMK. Pengetahuan dan pengalamannya lebih di depan.

Kedua, toh seandainya ia tidak melanjutkan kuliah dan lebih memilih bekerja. Dia tetap di depan dalam mendapatkan pekerjaan dibanding teman seumurannya yang masih harus berjibaku dengan buku. Tujuan kuliah tentunya agar mendapat pekerjaan juga, bukan? Jika pun ingin melanjutkan kuliah, anak lulusan SMK bisa membiayai kuliahnya sendiri dari hasil bekerja. Luar biasa.

Ketiga, ini mungkin yang akan sejalan dengan program OK OCEnya bang Sandi. Selulus SMK memutuskan untuk menjadi seorang entrepeneur. Berbekal ketrampilan yang dimiliki, menganalisa pasar, aksi dan realisasikan. Menciptakan lapangan pekerjaan sendiri di tengah sulitnya mencari pekerjaan.

Jika salah satu dari ketiga hal ini bisa dilaksanakan, maka tidak ada lagi pengangguran dari lulusan SMK.

Tidak lagi numpang di tanah air sendiri.
Menjadi negara yang berdikari.
Go! SMK BISA!

#30DWCjilid5
#Day27

Dwi Restanti
15.03
7/5/17

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar