Sekolah Islam Terpadu

Posting Komentar

Sering kita melihat anak sekolah yang masih berseragam lengkap, keluyuran di pusat-pusat keramaian atau obyek wisata. Atau anak belasan tahun yang kongkow di pinggir jalan saat sore menjelang. Risih juga, kita sebagai orang tua. Kadang berpikir, tidak ada tugaskah mereka sehingga mengisi waktu luang dengan hal-hal yang tidak bermanfaat menurut kacamata orang awam.

Tugas seorang pelajar adalah belajar. Ya belajar. Tentunya belajar sesuatu yang lebih bermanfaat. Seskali jalan-jalan ke pusat jeramaian atau nongkrong sih boleh saja. Sesekali.

Peran orang tua tentu sangat berpengaruh dalam hal ini.  Pengarahan dan pengawasan. Mengarahkan kepada kegiatan-kegiatan yang positif dan mengawasi, mendampingi,  menyokong dari jauh.

Teman bermain sangat berpengaruh dalam sebuah pergaulan. Orang tualah yang bertugas mengawasi atau bahkan memilih siapa-siapa yang boleh berteman dengan anak. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah pemilihan sekolah yang tepat. Tepat di sini maksudnya adalah bagi si anak.

Alternatif sekolah yang dapat dipilih oleh orang tua dan anak adalah sekolah jaringan SIT.

SIT atau Sekolah Islam Terpadu adalah sekolah yang mengumplementasikan kurikulum pendidikan berbasis Al quran dan sunnah. Secara awam biasanya dinyatakan sebagaia sekolah yang menyatukan kurikulum  nasional dengan ajaran agama Islam. Tidak ada keterpisahan antara ilmu dengan tuntunan dalam Al quran dan hadis. Di setiap pembelajaran selalu terkait dan melengkapi.

Misalnya, saat membahas tentang air. Sang pendidik mengarahkan bahwa air adalah ciptaan Allah,  bahkan siklus air yang menyatakan tentang hujan juga telah ada dalam QS. Ar R'ad ayat 17 :
"Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan."

Sehingga anak didik tidak memahami air hanya sebatas titik embun atau turunnya hujan. Tapi dia juga mengenal siapa yang mengatur semua itu. Berkembang seimbang antara kemampuan intelektual dan rohani. Seiring selaras berjalan bersama.

Dengan seimbangnya kecerdasan akademik, emosional dan spiritual serta lingkungan pergaulan yang sehat diharapkan anak dapat mengatur waktu dan mengisinya dengan hal-hal yang positif.

Model pembelajaran yang sering digunakan adalah problem solving, melatih otak anak agar berpikir kritis, bisa menganalisa dan mencari solusi dari masalah yang dihadapi.

SIT  sudah menyebar hampir di seluruh kota-kota di Jawa. Peminatnya juga luar biasa. Hal ini disebabkan karena kualitas lulusan memang sangat santun budi pekertinya. Bisa dipastikan, anak yang berakhlak santun pasti bisa diterima masyarakat.

Beberapa contoh Jaringan Sekolah Islam Terpadu adalah :
1.  SDIT Irsyadul 'Ibad jalan raya Labuan KM. 4 Maja Pandenglang, Banten
2. SIT Al Kautsar jalan Gunung Kawi Ngoro,  Kesamben Jombang,  Jawa Timur
3. SMPIT Harapan Bunda jalan Kh. Tohir Gang Sunan Kalijaga X Pedurungan, Penggaron Kidul,  Semarang, Jawa Tengah, dan masih banyak lagi. Bahkan menyebar sampai seluruh Indonesia.

#07/30DWCjilid6
#infosekolah

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar