Sekolah Berdasar Dominasi Otak

Posting Komentar

Salam super Emak!

Halo, apa kabar dengan anak emak semua?
Semoga selalu jadi anak yang hebat, ya!

Mak, pernahkah mendapati anak kita lebih suka bercerita dibanding mewarnai? Apalagi ketika bercerita dia sangat runtut dan jelas. Atau tulisannya sangat jelas dan rapi?

Yuk, mak... kita gali potensi anak kita. Jika jawaban mak, perihal pertanyaan di atas, banyak "iya, pernah," apa yang mak rasakan? Bahagia? Bangga? Atau sebaliknya?

Satu lagi, pernahkah memperhatikan saat anak menggabungkan dua telapak tangan kemudian jari-jemarinya saling berkaitan di sela-selanya? Kalau belum pernah, mak praktekkan sendiri dulu juga boleh. Jika sudah, ingatkah mak, jari jempol tangan manakah yang berada di posisi terluar? Jempol kanan atau jempol kiri?

Ada apa dengan posisi jempol ini? Tahukah, mak. Ternyata, ini adalah cara mudah untuk mengetahui kecenderungan otak mana yang dominan pada manusia. Perlu diketahui,  bahwa otak manusia terdiri dari 2 bagian utama yaitu otak kanan dan otak kiri. Nah, tidak semua manusia mempunyai potensi yang seimbang antara keduanya. Ada yang cenderung dominan otak kanan, ada yang cenderung otak kiri,  namun tak sedikit pula yang seimbang.

Apa beda kedua bagian otak ini? Sebelum kita bahas satu persatu. Mak,  sebutkan jempol kanan atau kiri yang berada diluar? Kalau jempol kiri yang berada di bagian terluar,  maka kecenderungan anak mak adalah dominan otak kiri. Sebaliknya,  jika jempol kanan berada di bagian terluar,  maka dominan memakai otak kanan.

Hal ini karena,  otak kiri lebih bekerja pada bagian tubuh kanan. Sehingga otak kiri lebih cepat mengirimkan pesan ke bagian tubuh sebelah kanan untuk menerjemahkan perintah otak dalam gerakan. Jari-jari tangan kanan lebih tanggap  sehingga jempol kiri kalah responsip dibanding jempol kanan, jempol kiri menutup lebih lama. Pun demikian dengan otak kanan.

Dari percobaan ini, mak akan lebih tahu potensi mana yang tepat untuk anak tercinta. Sehingga langkah-langkah bijak juga dapat mak terapkan dalam keseharian menghadapi polah tingkah mereka.

Nah, sudah tahu kan sekarang. Anak mak, dominan otak kanan atau otak kiri yang dipakai? Agar lebih yakin lagi. Berikut beberapa ciri berdasarkan tingkah laku keseharian yang bisa diamati.

Anak yang dominan otak kiri mempunyai ciri-ciri umum sebagai berikut :
1. senang mengerjakan sesuatu yang runtut, sitematis
2. tenang,  tidak mudah emosional
3. mampu menganalisa dengan baik
4. mempunyai kemampuan logika yang bagus
5. lebih menyukai simbol daripada gambar
6. lebih suka objek/ benda yang berwarna kalem (seperti hitam putih), daripada berwarna-warni
7. suka membaca
8. bisa ditarget waktu
9. kemampuan menduplikasi (meniru) yang ulung
10. cepat menghafal

Anak yang dominan otak kanan, cirinya :
1. terlambat bicara dibanding anak seusianya
2. sulit membaca terutama membaca bersuara
3. sering membaca lompat dan beberapa kata tertinggal
4. sulit membedakan huruf b dan d
5. sering memandang ke atas dan terkesan melamun
6. saat berbicara,  bola matanya bergerak-gerak
7. cenderung suka menggambar
8. lebih suka ditanya daripada menceritakan
9. tidak bisa ditarget waktu
10. tidak suka tugas yang diberikan,  lebih suka memilih sendiri apa yang ingin dikerjakan

Sudah paham, mak? Anaknya masuk yang mana? Kanan atau kiri berdasarkan kedua cara di atas?

Nah, sekarang Emak kan sudah tahu, anaknya masuk dominan mana. Kalau mau melakukan sesuatu, hal ini patut menjadi pertimbangan. Terutama saat menentukan jenis sekolah untuk mereka. Atau dalam memilih jurusan belajar.

Sekarang ini, banyak pilihan sekolah yang bisa disesuaikan dengan potensi anak. Ada sekolah negeri,  ada sekolah fullday,  ada sekolah alam, bahkan homeschooling.

Masing-masing mempunyai kelebihan dan keunggulan masing-masing. Namun perlu diingat ya mak, kelemahan dan keunggulan sekolah menurut setiap orang tentu berbeda. Bagus menurut emak A belum tentu bagus meburut emak B. Tapi satu hal yang terpenting, memilih sekolah harus mengacu kepada si anak,  bukan kepada kita,  emaknya.

Anak yang dominan otak kiri, akan baik-baik saja jika bersekolah di sekolah-sekolah yang lebih menitik beratkan pada akademik. Bahkan bisa melesat kemampuannya jika satu kelas mempunyai kemampuan yang setype. Vibrasinya sama, tingkat persaingan tinggi sehingga memacu untuk semakin lebih baik.

Namun, tidak demikian jika anak yang dominan otak kanan. Anak ini akan lebih tereksplor ketika berada di sekolah yang lebih mengembangkan estetika atau di luar akademik. Kalaupun diimbangi di bidang akademik, tentu dengan guru yang mampu menilai gaya belajar umumbya. Karena anak otak kanan cenderung 'semau gue'.

Nah,  mak... yuk jadi Emak cerdas!
Tidak usah bingung lagi menentukan sekolah untuk anak ya!
Apalagi samapai Emak Galau? No Way!

#KETIK#1
#Hari1

Dwi Restanti
15.08
30/4/17

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar