Nadzar

Posting Komentar

"Ah... nanti kalau anakku lulus ujian,  aku akan puasa sunah Senin-Kamis selama 2 pekan!" bu Ima spontan mengucapkan sebuah janji saat sedang asyik ngrumpi dengan geng rempong. Geng ini terdiri dari 6 orang ibu muda kelas elite, kumpulan wali murid kelas 6 di sebuah kota pendidikan di Jawa Timur.

Pernahkah mom tanpa sadar atau dengan penuh kesadaran mengucapkan hal-hal semacam ini? Jika A maka mom akan melakukan B. Sebenarnya, kalau dirunut peristiwa B tidaklah suatu kewajiban seandainya A terlaksana, tapi kita sendiri yang mewajibkan. Perlu diketahui,  bahwa hal ini dinamakan nadzar.

Apa sih nadzar itu?
Dalam buku Fiqih Wanita Lengkap karangan Muhammad Fuad dijelaskan bahwa nadzar adalah suatu tindakan meqajibkan diri sendiri yang mana sesuatu hal sebetulnya tidak diwajibkan syariat kepadanya. Sebagai contoh yang mudah ya seperti kasus bu Ima di atas, puasa Senin-Kamis sebenarnya bukan suatu kewajiban,  meski anaknya lukus ujian. Tetapi,  karena bu Ima sudah bernadzar,  maka saat anaknya lukus bu Ima wajib melaksanakan puasa Senin-Kamis selama 2 pekan. Wajib disini terhadap melaksanakan nadzarnya,  bukan pada puasa sunahnya.

Kewajiban melaksanakan nadzar sesuai dengan Qs. Al Hajj ayat 29 yang artinya "Hendaklah mereka menyempurnakan nadzar-nadzar mereka". Menyempurnakan disini tentulah melaksanakan apa yang dinadzarkan.

Jadi, sekecil apa pun nadzar kita harus dilaksanakan, karena ini merupakan sebuah janji. Dan menepati janji adalah salah satu ciri orang beriman. Jangan sampai kita tergolong orang munafik karenanya. Aamiin

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar