Gak Mau Pondok Lagi!

Posting Komentar

"Mi, Hanin tadi bilang gak mau mondok lagi," tutur Abi sambil merapikan tumpukan lipatan baju ke dalam lemari. Aku mengeryitkan dahi, tanda penuh tanya.

"Kok gak bilang Umi, Bi?" kusandarkan tubuhku di tembok dekat kursi seteikaan.
Begitulah, Hanin merasa lebih nyaman mengutarakan sesuatu kepada abinya daripada ke umi. Bukan karena apa-apa, si abi lebih sabaran dibanding uminya. Jika respon abi mendengarkan saja apa yang disampaikan anaknya. Sebaliknya, umi selalu bertanya apa,  mengapa, dan bagaimana.

Inilah alasan mengapa Hanin lebih nyaman jika bercerita ke abi. Walaupun sebenarnya sama saja. Toh abi akan bercerita ke umi, dan umi pun akan bertanya.

Mungkin sudah ditakdirkan oleh Yang Kuasa,  bahwa Umi dan Abi mempunyai hal yang berbeda. Saling melengkapi. Dalam sebuah keluarga memang diharuskan demikian agar bisa seiring sejalan mengarungi bahtera rumah tangga.

Dalam kasus seperti ini, tugas umi mencari informasi sebab ketikmauan Hanin ikut kegiatan pondok ramadhan yang diadakan setiap hari mulai pukul 11.30 sampai dengan pukul 18.30. Tak biasanya ia tidak suka kegiatan di luar rumah. Hanin type anak yang suka bermain, semakin banyak anak kecil maka ia semakin suka. Kadang sampai lupa waktu.

Melalui tanya-tanya sederhana, akhirnya dapat disimpulkan beberapa hal. Pertama, ia sedikit keberatan dengan puasa penuh sampai magrib, secara tidak langsung memang dia harus berpuasa full karena berangkat pukul 11.30. Jadi belum waktu berbuka jika puasa bedug. Meski kuat, tapi belum ada niat kuat dari dalam dirinya untuk puasa magrib. Belum ada solusi. Masih harus memotivasinya.

Kedua, tidak ada televisi. Walaupun alasan ini bisa diatasi dengan adanya jadwal menonton kisah Nabi via LCD. Masalah kedua bisa diselesaikan.

Ketiga, ingin berbuka bersama Umi dan Abi. Ini memang agak sulit. Di satu sisi ingin juga berbuka bersama, tapi di sisi lain ingin melatih Hanin mondok. Namun ada alternatif lain, tetap bisa berbuka bersama. Toh kegiatan pondok ramadhannya hanya hari Senin sampai Jumat selama 20 hari. Masih ada 10 hari bisa bersama.

Beginilah cara kami menyelesaikan suatu masalah. Melihat bagaimana agar tidak merugikan salah satu. Hanin pun diajak berdiskusi. Sedikit banyak akan melatihnya ilmu kehidupan. Semoga bisa menjadi bekalnya kelak.

#15/30DWCjilid6
#curhatanak #curhatortu #curhatasyik

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar