Dahsyatnya Doa Ibu

Posting Komentar

Oleh : Dwi Restanti
Curahan hati (guru)
www.restantidwi.blogspot.com/ ig : @mom.writer

Seminggu lagi, hari penentuan itu datang. Hari dimana kerja keras, belajar selama 6 tahun akan ditentukan di tiga hari terakhir ini. Semua berada di titik perjuangan, masa menegangkan penuh was-was.

Demikan dengan diriku. Seorang guru mata pelajaran yang sering menjadi momok. Matematika. Meski tak menjadi peserta ujian, namun hawa mendebarkan justru kurasakan sangat kuat. Detak jantung naik semakin cepat. Bukan karena apa, tapi ada dua murid, peserta didik yang luar biasa istimewa. Sangat spesial.

Dua anak ini mempunyai karakter yang berbeda. Satu laki-laki dan satu perempuan. Si laki-laki adalah anak super cuek, santainya setiap detik, dan kemampuan berhitungnya sangat kurang. Sepuluh dibagi dua seakan sulit seperti menghitung butiran debu di telapak tangan. Yang perempuan, tak jauh berbeda. Hanya saja, semangat juangnya di skala 4 dari 4 rentang, sangat perhatian, meski materi yang disimak bagai butiran debu diterpa angin. Gampang hilang.

Ketika mereka harus saya opname selama satu semester. Hanya belajar berhitung setiap 3 hari dalam sepekan, perkembangannya tidak cukup signifikan. Hasil yang diperoleh masih berkisar di angka 2 sampai 3 dari skor tertinggi adalah 10. Pun hari itu. Seminggu jelang ujian.

Hanya satu pesan yang saya sampaikan kepada mereka dan orang tuanya. Tirakat dan berdoa.

Saya himbau rutin puasa sunah Senin-Kamis, sholat Dhuha, sholat Tahajud, dan perbanyak berdoa dimudahkan dalam mengerjakan soal. Dan mereka serta ibunya, antusiasnya sungguh saya acungi dua jempol. Terutama kepada ibunya. Tak henti mereka konsultasi kepada guru pembimbing, tirakat, dan berdoa.

Dahsyatnya doa ibu, sungguh luar biasa. Mampu mengetuk pintu langit. Memudahkan segala usaha. Mereka yang tiap try out mendapat nilai tak lebih dari 3, saat nilai ujian keluar, si laki-laki nilai matematika 8,5. Sementara sang perempuan 5,5.

Amazing. Perolehan angka yang fantastis untuk ukuran mereka. Dan terbukti doa ibu teramat dahsyat. Teramat mumpuni. Pantaslah ketika sang Rosul menyebut ibu sebanyak 3 kali sebelum menyebut ayah yang sekali saat sahabat menanyakan tentang orang yang harus dihormati.

Teruntuk semua murid, peserta didik, santri, dan semua penuntut ilmu. Jangan pernah berhenti meminta doa restu ibu dan bapak. Bisa jadi, kesuksesan kita ada pada mereka. Kini atau nanti.

#01/30DWCJilid6
#01/100mom.writer
#writerinspirasi #sekolahasyik #sekolahnyamanusia

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar