Bunga Berduri Kaya Manfaat

Posting Komentar

Bunda-bunda Cantik,
Pernahkah Bunda melihat bunga yang berduri?
Bunga apa itu, Bund?

Ahay... banyak yang menjawab bunga mawar ya. Memang, bunga satu ini sangat lekat di benak kita. Bunga mawar dengan nama latin Rose sp. adalah bunga indah penuh warna, menawan, namun berduri.

Siapa yang tak pernah melihat bunga mawar? Hampir semua orang tahu. Bahkan anak-anak sekalipun. Kesohorannya belum tertandingi di jagad Indonesia selain bunga melati dan anggrek. Bunga semak yang kadang-kadang memanjat, berduri, daun tersebar baik tunggal maupun majemuk dengan aneka macam warna mahkotanya dan harum yang khas.

Selain cantik dan harum, bunga ini ternyata mempunyai banyak manfaat.
Sudahkah bunda tahu? Apa saja, Bund?
Manfaat yang sering dipakai adalah sebagai bunga meja, hiasan pemanis ruangan. Aromanya sebagai terapi pembawa ketenangan. Atau bunga mawar sebagai wujud kasih sayang. Sering ya, kita melihat atau mungkin kita sendiri yang melakukannya. Memberikan setangkai mawar kepada orang yang kita anggap spesial.

Apa itu saja manfaatnya, Bund?
Ternyata tidak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Lee dalam jurnal Anthocyanin Compositions and Biological Activities from the Red Petal of Korean Edible Rose menunjukkan bahwa dalam ekstrak metanol asam mahkota mawar merah mengandung antioksidan, anti kanker, dan anti alergi.

Menurut Khaerani kelopak mawar mengandung falvonoid sebagai antioksidan, zink, tanin, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, dan vitamin E.
Nah, begitu banyak kandungan dari bunga mawar ini. Lantas, bagaimana cara mendapatkan manfaat dari mawar ini?
Ada banyak hal yang bisa bunda lakukan untuk mendapatkan khasiatnya. Salah satunya dengan membuat minuman sari mawar kaya manfaat.

Hal inilah yang diberdayakan oleh masyarakat desa Sawahan, kecamatan Sawahan, kabupaten Nganjuk Jawa Timur. Melihat potensi alam yang melimpah, banyak tanaman mawar tumbuh subur, maka penduduk mengolah bunga sepanjang masa itu menjadi minuman sari mawar. Mereka memetik bunga mawar kemudian merebusnya dengan gula pasir. Tidak diperlukan waktu lama untuk melarutkan kandungan dan warna dari bunga ini. Setelah semua terlarut, ditandai dengan air rebusan semakin merah, maka angkat dan diamkan setelah disaring.

Sari mawar siap diminum. Lebih nikmat jika dikonsumsi dalam keadaan dingin. Karena tanpa tambahan pengawet, maka sari mawar ini tidak bisa tahan lama. Ia akan merubah warna menjadi kecoklatan dan semakin gelap. Alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan mengeringkan mahkota bunganya kemudian diracik dengan teh. Jadilah teh sari mawar.

Ternyata tidak sulit dan ribet ya, untuk memperoleh antioksidan dan berbagai macam vitamin dari sekuntum mawar.

Mari mulai hidup lebih sehat dengan kembali dan memanfaatkan alam sekitar.

#KETIK#1
#Harike8
Dwi Restanti
6.53
8/5/17

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar