Berpoligami? 95%Bahagia

Posting Komentar

"Jangan sampai deh, suami nikah lagi!"
"Daripada dimadu, lebih baik berpisah saja!"
"Puangkan saja, aku pada ibuku atau ayahku,"

Begitu kira-kira jika seorang istri berbicara tentang keinginan suami menikah lagi. Berpoligami. Bahkan sering, ibu-ibu anti dengan orang yang berpoligami meskipun itu bukan suaminya. Ambil contoh,  Aa Gym. Bagaimana dulu, beliau sangat digandrungi oleh kaum hawa saat kemunculannya. Setiap tausiyahnya di televisi atau live yang datang mayoritas kaum perempuan. Tapi berbalik 180 derajat, saat Aa Gym diberitakan menikah lagi. Jangankan mengikuti pengajiannya, caci maki dan hujatan dilontarkan dengan sinis. Dan dengan catatan 'mereka tidak mengalaminya, bukan yang dimadu'.

Jika ditelisik, mengapa ada poligami?
Mengapa seorang suami memutuskan berpoligami?
Mengapa mayoritas istri mengeluarkan kalimat-kalimat seperti di atas?
Benarkah dengan berpoligami akan merusak rumah tangga yang sudah ada?
Benarkah dengan berpoligami tidak akan bahagia?
Benarkah dengan berpoligami hanya suami yang diuntungkan?
Atau dibalik seperti ini,
Mengapa seorang suami tidak berpoligami?
Bagaimana jika istri menyetujui suami berpoligami?
Apa dengan tidak berpoligami rumah tangga tudak akan rusak?
Benarkah dengan tidak berpoligami, rumah tangga akan bahagia?
Benarkah dengan tidak berpoligami istri diuntungkan?

Bisakah kita menjawab semua pertanyaan di atas? Tentu membutuhkan alasan-alasan agar bisa menjawab pertanyaan ini dengan tepat.

Sejatinya apa itu poligami?
Poligami menurut kamus bahasa Indonesia adalah sistem dalam perkawinan yang membolehkan seseorang mempunyai istri atau suami lebih dari satu.

Dalam agama Islam, poligami ini dijelaskan dalam al quran surat An Nisa ayat 2-3.
"Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah dewasa) harta mereka, janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk, dan janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sungguh (tindakan menukar dan memakai) itu adalah dosa yang besar. Dan jika kamu khawatir tidak akan mampu berlaku adik terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nimahilah perempuan (lain) yang kamu senangi : dua, tigaatau empat. Tetapi jija jamu khawatir tidak akan mampu berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja atau hamba sahaya perempuan yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat agar kamu tidak berbuat zalim"

Nabi Muhammad SAW juga berpoligami, awalnya dengan 9 orang wanita. Tetapi setelah turun ayat di atas tinggal empat saja. Istri-istri beliau usianya lebih tua usianya. Alasannya pun untuk menyelamatkan keimanan sang perempuan, adapula karena menolongnya dari kemiskinan atau menikahi istri yang ditinggal mati syahid saat peperangan.

Di era sekarang, contoh lelaki yang berpoligami sebenarnya banyak. Baik secara terang-terangan yang diketahui istri atau yang sembunyi-sembunyi dengan nikah siri. Salah satu yang secara terbuka menyatakan dirinya berpoligami adalah Jamil Azzaini, seorang motivator dan inspirator dari PT Kubik Inspirasi Sisilain. Pria kelahiran 1968 ini menikah dengan Dwiani Jyliastuti dan Sofie Beatrix. Dari kedua pernikahan ini dikaruniai lima orang anak. Mereka hidup bahagia dan berdampingan. Bahkan Jamil menyampaikan "Jika diukur, dengan berpoligami saya bahagianya 95%". Menurutnya kunci semua itu adalah adanya pengertian dari kedua istri dan kelima anaknya. Ditambah lagi, dia berusaha untuk mendidik dan memberikan yang terbaik untuk keluarganya.

Jadi, sebenarnya poligami bisa disikapi dengan bijak. Sebelum berpoligami, cari apakah bermanfaat seperti alasan Rosululloh. Banyak diskusi dan pertimbangan dengan istri dan anak. Baik atau tidaknya berpoligami tergantung pada tiga hal : sikap suami, pengertian istri, dan penerimaan dari anak.

#KETIK #1
#Harike10
Dwi Restanti
20.38
9/5/17

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar