Berapa Usia Anak Masuk SD?

Posting Komentar

"Kasihan, umur enam tahun sudah dimasukkan SD. Bagaimana  sih, mamanya! "
"Anakku umurnya kurang dari 7 tahun ini, boleh gak ya daftar SD?"
"Itu, ada SD gak mau terima murid yang umurnya kurang dari 7 tahun. Bagaimana dong? Anakku keluar TK masih 6,5 tahun. Masak gak sekolah dulu?"

Sering kita mendengar keluhan beberapa orang tua seperti di atas. Apalagi menjelang awal tahun pelajaran. Banyak hal yang menjadi pertimbangan calon wali murid SD ini. Siapkah anak mengikuti pelajaran di jenjang berikutnya? Mampukah anak mengikuti perkembangan sosial yang semakin beragam? Bisakah ia menjaga diri? Dan masih banyak yang lain.

Seperti artikel sebelumnya, bahwa pemerintah telah mengatur proses penerimaan peserta didik baru melalui Permendikbud no. 17 tahun 2017 tertanggal 5 Mei 2017. Di dalam peraturan ini sudah sangat jelas usia 7 tahun wajib diterima oleh lembaga pendidikan SD. Bagaimana pun keadaannya. Bisa atau tidak membaca, menulis, atau berhitung. Terlepas dari itu semua, anak usia 7 tahun sudah masuk dalam program wajib belajar 9 tahun dari pemerintah. Atau boleh kurang dari 7 tahun dengan kemampuan lebih  dan kesiapan belajar yang baik. Dibujtikan dengan surat keterangan tertulis dari seorang psikolog profesional.

Nah, jadi berapa usia yang tepat untuk anak masuk SD? Yang paling 'pas' adalah 7 tahun. Namun tidak semua anak terlahir di bulan Juni, bukan? Tentu ada pemakluman, misal 7 tahun kurang satu atau dua bulan. Idealnya 7 tahun.
Namun bagaimana jika anak kita kurang dari 7 tahun, namun sudah mempunyai kesiapan belajar yang baik? Tidak masalah, jika memang ia telah siap, bisa didaftarkan masuk SD. Memang ada beberapa sekolah yang kukuh tidak mau menerima anak usia kurang dari 7 tahun, dan mereka tidak salah karena sesuai aturan. Bagaimana cara mensiasati hal tersebut? Jika kita yakin, anak mampu dan siap di jenjang SD, kita bisa mencari informasi sekolah-sekolah yang menerima anak usia di bawah 7 tahun. Sekolah seperti ini, pada umumnya akan menerapkan seleksi penerimaan peserta didik baru. Hal ini, bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan dan kemampuan anak.

Sebagai contoh sekolah di Nganjuk  yang menerapkan seleksi awal penerimaan peserta didik baru adalah SDIT Baitul Izzah. Lembaga ini mendatangkan seorang psikolog beserta tim untuk melihat seberapa jauh kesiapan calon peserta didiknya. Anak yang siap untuk belajar meski usianya dibawah 7 tahun sudah dipastikan akan diterima sebagai muridnya. Namun tetap harus di atas 6 tahun.

Modal utama seorang anak memasuki jenjang SD adalah kesiapan belajar.

Jadi, jika memang belum ada kesiapan belajar dari si anak, jangan dipaksakan masuk SD saat usia kurang dari 7 tahun.

Mari jadi ibu bijaksana dan cerdas!

#03/30DWCjilid6
#03/100mom.writer
#writerinspirasi #mom.writer #sekolahasyik #sekolahnyamanusia
www.restantidwi.blogspot.com   ig : @mom.writer

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar