Aku Capek, Mi!

Posting Komentar


"Ayo, segera mandi, sarapan, dan berangkat sekolah!"
"Kakak, sudah pukul 15.00 ayo berangkat les!"
"Kakak, sudah ngerjakan PR belum? Kok malah mainan HP!"

Umiku selalu cerewet seperti itu. Mulai dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Terus saja menyuruhku. Segera bangunlah, ayo mandilah, cepat sarapan, lekas berangkat les lah, Sampai-sampai kapan aku harus tidur pun diatur. Cerewet.

Aku sudah besar, kelas IX. Bukankah itu artinya, aku sudah remaja. Sudah bisa mengatur diri sendiri. Boleh memilih apa-apa sesuai keinginanku. Aku bukan lagi anak kecil yang harus dituntun, selalu diingatkan akan segala hal. Belum melakukan apa-apa sudah diinstruksikan begini begitu.

Aku juga punya perasaan, punya keinginan menjadi anak yang mandiri. Tidak selalu menggatungkan umi atau abi. Berharap diberikan tanggung jawab seperti anak-anak lain.

Berikan aku sedikit kebebasan, maka aku akan berbuat yang terbaik menurutku dan semoga menurut kalian juga. Ijinkan aku membuat sebuah pilihan, sehingga aku bisa berpikir. Biarkan aku berkreasi sebagai diriku, agar aku percaya diri.
Yakinlah, Mi. Aku, anakmu tidak akan berbuat hal-hal yang merusak dan melanggar ajaran agama. Sedikit mengetahui pergaulan dunia luar, mungkin iya. Tapi hanya untuk sekedar tahu.

Kalian sudah tunjukkan aku, jalan yang benar. Sekolah dan teman-teman yang baik, sholeh dan sholehah. Sedikit saja berikan ruang gerak untukku. Tetap awasi dan tegur bila ku salah jalan. Semoga tidak.

Teruntuk orang tua yang selalu berlebihan menuntun anak remajanya. Percayalah, anak kita akan melakukan yang terbaik. Demi dirinya dan tentunya demi orang tuanya.

#08/30DWCjilid6
#curhatasyik

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar