Aksi Seorang Bocah

Posting Komentar

Aksi 1000 lilin yang dilaksanakan pada tanggal 13 Mei 2017 kemarin berlangsung damai. Tidak ada kerusuhan atau provokasi dari pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Aksi yang dilaksanakan malam hari dengan menyalakan lilin tentu menarik perhatian. Pun saat pagi menjelang. Jalan dan trotoar bercecer lelehan lilin di sana-sini.

Hal ini terjadi karena peserta  banyak yang tak menggunakan wadah saat lilin menyala. Jika pun ada wadah yang dipakai ala kadarnya, seperti kertas, gelas, atau botol air mineral. Karena tidak dipersiapkan dengan baik, wadah tak dapat menampung lelehan secara maksimal. Akhirnya tumpah dan mengotori aspal dan trotoar.

Dalam aksi ini, sang penggerak serta pengarah massa sebenarnya sudah menyerukan agar tidak meninggalkan sampah dan tidak merusak sarana yang ada, baik fasilitas umum maupun tanaman. Beberapa peserta pun ada yang terkoordinir untuk membagikan dan membawa kantong plastik untuk sampah. Namun karena pelaksanaan di malam hari, cara ini kurang efektif. Tak ayal tetap meninggalkan jejak berupa bercak-bercak lelehan lilin.

Sepintas lalu, bekas ini memang tidak masalah. Tetapi sangat berbahaya bagi pengguna jalan yang melintas karena jalan dan trotoar menjadi licin.
Tak banyak yang bisa dilakukan selain harus membersihkan dengan mengeruk dan mengumpulkan bekas lilin ini.

Meski sulit, dengan antusias seorang anak tergerak untuk memberikan manfaat bagi pengguna jalan yang lain. Dengan mengumpulkan dan memasukkan bekas lilin ini ke kantong plastik. Hasilnya, meski tak begitu bersih , setidaknya sudah sedikit mengurangi kerak lilin di sepanjang jalan selepas aksi 1000 lilin ini.

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar