15 Hari Jelang Pemenjaraan

Posting Komentar

Benarkah perbuatan salah, dosa, maksiat yang dilakukan manusia adalah hasil bisikan setan?
Sumber dari segala kesesatan ada padanya?
Jika iya, mengapa saat bulan Ramadhan masih tetap saja ada maksiat di dekat kita?

Dalam sebuah hadist dijelaskan "Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu" (HR. Bukhari)

Lima belas hari lagi, bulan ini akan datang kepada kita, semoga kita sampai kepadanya. Bertemu bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan. Bulan dimana amalan-amalan kita akan berlipat-lipat pahalanya. Sehingga pintu surga akan semakin dekat dengan kita. Aamiin.

Pintu neraka tertutup, bukan karena Allah tidak membukanya tetapi diharapkan dengan puasa akan menghindarkan dari segala maksiat. Dengan sendirinya pintu neraka akan menjauh. Tertutup karena tidak ada yang memasukinya.

Berdasar hadist di atas, Nabi Muhammad bersabda setan terbelenggu atau terpenjara. Apakah setan benar-benar terpenjara? Ternyata tidak. Ia hanya terikat pada tangan dan kepalanya saja. Kaki dan mulutnya masih bisa berbuat kelalaian dan membisikkannya kepada manusia. Itulah sebab masih ada pelaku maksiat selama Ramadhan.

Lantas apakah hadist di atas tidak sahih?
Bukan demikian. Sebenarnya yang bisa memenjarakan setan adalah pribadi setiap insan. Masing-masing dari kita. Ia akan sangat terpenjara ketika kita taat dan patuh dengan ajaran Islam. Tak ada celah baginya untuk menggoda, membisiki, dan mempengaruhi kita untuk berbuat salah.

Ketaatan kita merupakan jeruji besi bagi setan. Tembok penghalang, menjadi tameng terhadap bujuk rayunya. Setan terpenjara, karena setiap muslim sibuk dengan ibadahnya masing-masing. Memperbanyak amalan sholeh, bahkan ada yang sampai ekstrim ketika bulan puasa tidak melakukan aktivitas lain kecuali ibadah. Maka semakin sempitlah ruang gerak setan.

Apa yang bisa kita lakukan? Perbanyak istigfar, mohon ampun kepada Allah. Dosa kita teramat banyak, tapi Allah Maha Pengampun, jadi jangan putus asa mengharap ampunanNya.

Tadarus Al quran, setan merasa terbakar saat kita membaca al quran. Lebih bagus lagi jika dengan tafsirnya sekalian. Sehingga kita mengerti kandungan setiap ayatnya. Sholat dhuha, tahajud, dan rawatib ditingkatkan. Pun amalan-amalan sunah yang lain.

Dzikir dalam setiap hembusan nafas, merupakan wujud syukur yang sekaligus menjadi tameng kita terhadap bujuk rayuan setan terkutuk.

Iktikaf saat 10 hari terakgir di masjid. Rosululllah tak pernah meninggalkan masjid ketika sepuluh hari terakhir. Dan beliau selalu menangis di akhir ramadhan, berdoa memohon segala amalannya diterima Allah dan bisa dipertemukan lagi dengan ramadhan tahun berikutnya.

Penjarakan setan! Jangan biarkan ia menari bebas. Persempit ruangnya. Tebalkan temboknya. Mulai dari diri sendiri, maka benar setan akan terbelenggu.

#KETIK #1
#Harike11

Dwi Restanti
22.10
10/5/17

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar