Who Am I?

Posting Komentar

Hai, namaku Hanin. Aku dilahirkan oleh seorang ibu muda berusia sekitar 26 tahun, aku memanggilnya 'umi'. Katanya sih, aku ini hasil buah cinta umi dengan abi. Tapi aku tidak percaya, masak umi dan abi bisa berbuah? Mereka kan bukan pohon. Aku juga tidak bisa dimakan seperti buah apel atau semangka. Lagian,  aku juga tidak melekat terus dengan umi atau abi. Jadi aku bukan buah bukan? Tapi banyak orang yang tetap bilang aku ini buah cinta abi dan umi. Ah, ya sudahlah. Terserah mereka. Yang penting aku tidak merasa diriku ini buah.

Umurku sekarang 6 tahun lebih 9 bulan. Sebentar lagi akan 7 tahun. Taman kanak-kanak menjadi rumah kedua setelah rumah nenek. Umi dan abi belum punya rumah sendiri. Belum mampu katanya, masih menabung. Jadi sementara kami tinggal bersama kakek dan nenek di rumah mereka. Ayah ibu dari umi. Sejak umur sebulan,  aku lebih sering diasuh nenek. Umi bekerja di sekolah yang fullday. Berangkat pukul 06.30 dan sampai rumah lagi pukul 15.30. Itu kalau hari biasa,  kalau luar biasa ya bisa keluar rumah setelah subuh sampai magrib. Demi mendidik generasi bangsa yang berakhlakul karimah kata umi. Apa artinya aku juga belum tahu. Yang aku tahu,  umi mengajari kakak-kakak SD berhitung dan mengaji. Itu kuketahui saat diijinkan ikut ke sekolah tempat umi mengajar. Abiku? Abi sebenarnya juga seorang guru,  tapi sepertinya malas untuk menjadi guru. Lebih suka berdagang. Dulu aku tahunya, abi kalau pagi mengajar di SD Negeri, siangnya menjaga warung yang ada di pasar.

Umi dan abiku jarang bertemu. Paling waktu malam saja,  itupun kalau mereka tidak ngantuk,  kecapekan setelah seharian bekerja. Sementara aku,  lebih sering ketemu abi dibanding umi. Pagi aku berangkat bareng umi,  siang ketika pulang, abi yang jemput. Kadang aku ikut abi ke pasar, kadangpula mainan di rumah bersama nenek.

Nenekku lumayan cerewet sih,  tapi enak. Apa yang kuminta pasti diberikan meski kadang diawali dengan omelan dulu. Umi sering kena marah nenek karena aku. Tak tahu mengapa. Tapi mungkin karena nenek tak ingin mendengar cucunya menangis. Kasihan juga umi. Kadang disalahkan karena ulahku. Tapi ya mau bagaimana lagi?  Umi sih,  tidak menuruti apa yang kuminta. Akhirnya aku nangis,  dan umi kena marah.

Aku sekarang sekolah di TKIT Busro, masuk pukul 07.15 dan pulang pukul 13.00. Enak kalau di sekolah. Temanku banyak. Ada Nesha, Fatah, Arba, Fiq, juga Naf, dan banyak lagi. Tapi yang kusebut adalah yang sering bermain bersamaku. Di sekolah,  aku sering dipanggil 'bos Hanin'. Entah mengapa mereka menyapa begitu. Aku juga tak tahu. Tapi nyaman juga. Mereka sangat penurut kepadaku. Kalau mereka punya sesuatu,  dan aku menginginkan pasti diberikan. Tapi tanpa kuminta, mereka selalu memberikannya padaku. Baru dibagi ke yang lain. Aneh memang teman-temanku itu. Pernah aku mendengar, umi bertanya pada Nesha. Umi ingin tahu,  mengapa anaknya ini dipanggil 'bos'. Tapi Nesha hanya menjawab, enak saja katanya. Tarik nafas panjang yang didapat.

Aku perempuan lho, tapi banyak teman laki-laki yang mau berteman denganku. Teman dekat yang perempuan ya cuma Nesha itu. Tapi aku kurang begitu suka dengan dia. Nesha anak yang pandai, selalu juara kalau ikut lomba tapi anaknya selalu saja membuntutiku. Aku main apa,  dia ikut. Aku ganti mainan apa,  dia ikut juga. Tidak bebas rasanya. Beda dengan Fatah, Arba,  Fiq,  juga Naf. Teman yang jempol deh pokoknya. Asyik bermain dengan mereka.

Apa sih yang salah dariku? Umiku sering bilang aku harus bermain dan berteman dengan anak perempuan lah, jangan mau dipanggil 'bos' lah, jangan bermain bola,  kalau jalan yang seperti Nesha lah,  ah... masih banyak lagi. Aku senang dengan yang kulakukan. Teman-teman tidak ada yang mempermasalahkan. Umi saja yang bingung. Ibu teman-temanku juga begitu. Uminya Fatah, pernah tanya ustadzahku, Fatah ceritanya kalau di rumah tentang Hanin terus. Yang lain juga,  ibu mereka banyak yang bertanya tentangku. Tapi aku cuek saja, yang penting mereka mau bermain denganku. Titik.

#30DWCjilid5
#Day 8

Dwi Restanti
18.51
18/4/17

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar