Ujian & Stress

Posting Komentar

"Bund, kakak capek. Jangan disuruh belajar lagi, ya?" rayu Alfi kepada bundanya.

Mungkin, demikian juga yang mom alami ya? Anak kita minta tidak disuruh belajar, padahal sebentar lagi menghadapi ujian nasional. Kita, momnya yang kelimpungan, harus bagaimana. Tak jarang, kita sampai mules-mules kalau ingat anak sebentar lagi ujian. Panik. Bagaimana tidak, kita pusing mikir bagaimana persiapkan ujian,  eh... si anak malah nyantai pol. Pusing tujuh keliling ya mom!

Tapi mom,  perlu kita tahu. Ternyata anak yang akan menghadapi ujian sedikit banyak juga mengalami ketegangan seperti lho kita, para momnya. Kadang kitanya saja yang kurang peka.

Apa saja sih yang memicu anak stress jelang ujian? Yuk mom, kita bahas satu-satu!

1. Tekanan dari diri sendiri
Biasanya ini sering dialami oleh anak yang tergolong cerdas, ia akan menarget tinggi nilai ujiannya. Sehingga dia berusaha keras agar targetnya terpenuhi. Sebenarnya tidak ada yang salah, namun kadang target yang tidak sesuai kemampuan akan memaksakan untuk memvorsir diri. Ini yang kurang baik. Ibarat mesin motor, kemampuan kecepatannya hanya sampai 80km/jam tapi dipacu dengan kecepatan 100km/jam. Kebayang kan mom, efeknya? Jebol. Melebihi kapasitas. Overdosis.

2. Tuntutan orang tua
Siapa sih orang tua yang tidak ingin anaknya lulus ujian nasional dengan nilai memuaskan? Semua rata-rata berkeinginan demikian. Namun, kadang kita sebagai orang tua tidak melihat kemampuan anak. Mematok nilai diluar kemampuannya. Sehingga anak merasa terbebani.

3. Sekolah yang menggaungkan lulus 100%
Sama dengan orang tua. Sekolah sebagai rumah dan orang tua kedua juga mengoarkan/mentargetkan lulus untuk semua siswanya. Kadang juga ditambahi dengan nilai tertinggi yang ingin dicapai. Kadang sampai dibandingkan dengan lulusan sebelumnya. Beban moral satu angkatan yang berat.

4.para pakar pendidikan
Ada beberapa pakar yang menyampaikan bahwa ujian nasional tidaklah penting. Sementara pihak sekolah dan orang tua menarget nilai tinggi. Maka akan terjadi peperangan batin, antara serius belajar dengan belajar biasa saja.

Demikian beberapa pemicu timbulnya stress pada anak-anak jelang ujian. Sebenarnya tjdak hanya 4 saja pemucu stres pada anak. Kita berharap, dengan mengetahui pemicunya setidaknya dapat mengkobdisikan agaf anak tidak stress.

Mom-mom punya pemicu lain selain 4 di atas?
Boleh tambahkan di komentar ya.
Terima kasih

#30DWCjilid5
#Day18

Dwi Restanti
28/4/17

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar