Selamat Datang Ujian, Aku Siap!

Posting Komentar

Selamat Datang Ujian, Aku Siap!

Mom, pernahkah mom mendengar pembicaraan seperti ini?
"Waduh, Jeng. Saya deg-degan ini. Sebentar lagi tole ujian sekolah. Sampai gak enak makan saya," tutur bunda Ana kepada salah satu teman arisannya.
Atau...
"Waduh... ujian sebentar lagi. Aku belum siap apa-apa," krluh Rania kepada sahabatnya Dina.

Saya yakin, meski tidak sama persis kalimatnya paling tidak intinya sama, mom semua pernah mendengar percakapan semacam ini. Atau mungkin, mom sendiri? Iya? Ah... berarti sudah sangat umum ya kondisi stress saat menghadapi ujian.
Bulan-bulan April -  Mei adalah bulan penuh ketegangan bagi beberapa orang tua yang mempunyai putra atau putri kelas VI, IX, atau kelas XII. Begitu pun dengan anak-anak yang duduk di jenjang tersebut. Why? Mengapa? Karena detik-detik mengerjakan soal inilah penentu tingkat kelulusan seseorang dari jenjang pendidikan yang dijalani. Ibarat pepatah panas setahun terhapus hujan sehari. Setelah sekian lama menempuh pendidikan hanya ditentukan dalam beberapa hari. Bagaimana tidak pusing ya mom? Sekolah selama 6 tahun ditentukan lulus tidaknya dari nilai ujian selama 3 hari saja!
Tapi bukan itu yang akan kita bahas mom. Kita sedia payung sebelum hujan saja ya?! Bagaimana kiat-kiat menghadapi ujian ini. Ibarat seseorang akan maju ke medan perang. Apa saja persiapannya? Senjata yang disiapkan apa? Sudah teruji belum? Akomodasinya bagaimana? Kendaraannya apa? Nah, mom. Ini yang akan kita kupas.
Apa sih yang mom rasakan saat anak akan ujian sekolah? Stress? Tahu gak penyebabnya apa? Temukan duku oenyebabnya. Misalnya kasus bu Ima, karena anaknya lumayan lama saat mengerjakan soal matematika misalnya. Maka ya atasi penyebab ini. Ada beberapa penyebab seorang ibu seperti  mom ini mengalami stres saat anaknya akan menghadapi ujian sekolah, diantaranya :
1. Mom terlalu meragukan kemampuan anak
Tidak mungkin tidak, mom pasti pusing berat saat kondisi akademik anak kita memang rata tengah ke bawah. Why? Karena kita sudah tahu hasil-hasil sebelumnya. Hasil ulangan harian, tugas harian,  atau raport akhir semester. Kalau masih stabil di 7 -  8 nilainya setidaknya nilai kepusingan mom masih pada kevel 2. Tengah. Medium. Tapi kalau nilai yang biasa kita jumpai antar 3 -  5? Wah... Level 3 pasti pusingnya. Yang pertama  anak kita lulus tidak? Seandainya lulus nilai pas-pasan, mau melanjutkan kemana?
Apa solusinya?
Buat mom yang punya putra nilai akademik pas-pasan atau mom yang meragukan kemampuan anak coba deh, kita ikhlaskan sesuai kemampuan anak. Kita yakin anak kita mampu menghadapi ujian ini. Berikan saja dia terbaaik mom ke anak. Ibarat kata, sudah tahu satu karubg berat, ya jangan ditambahi karyngnya. Tapi biarkan tegap satu saja,  kita bantu dengan semangat dan doa.

2. Mom menarget hasil terlalu tinggi
Ada juga mom yang menyampaikan me anak harus dqpat nilai bagus,  bahman ada yang memberi target 100. Oke, bagus memberikan target, tapi biarlah anak saja yang mentarget dirinya sendiri. Mom cukup mengarahkan dan mendampingi. Karena target yang tinggi bisa jadi malah menjadi beban buat si anak. Jika ia terbebani, pikirannya pecah antara mdngerjakan soal ujian dan harus nilai terbaik.
Apa solusinya?
Target harus, agar tambah semangat. Tapi mintalah anak sendiri yang memberikan target. Tulis di selembar kertas semakin baik. Anak kalau sudah punya target, pasti mau melakukan apa saja. Jadi, diskusi dan tentukanlah target bersama-sama.

3. Mom memang ratu stres saat menghadapi hal-hal yang penting
Kalau ini, sudah deh. Tidak ada solusi yang bisa diberikan. Kecuali dari dalam diri sendiri melatih agar tidak lagi mom menjadi stres dengan hal-hal yang penting. Yakinkan diri bahwa segala hal sudah ada yang mengatur. Pasrah dan ikhlas.
Oke, mom. Sementara itu ya hal-hal yang bisa dilakukan. Sehingga mom bisa bilang "Selamat datang ujian, aku siap!"

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar