Mutiara

Posting Komentar

Hari Jumat, 29 Januari 2016 menjadi hari yang sangat membekas di hatiku. Hari yang mungkin tak akan pernah kulupa sepanjang sisa umurku. Hari yang selalu mengingatkanku bahwa diriku bukan siapa-siapa. Diriku tak punya kuasa atas diriku sendiri. Apalagi terhadap jiwa yang lain. Aku ini lemah. Nafas pun tak bisa kuatur. Tak bisa sendiri.

Pukul 18.17 di ruangan serba putih dengan deretan dipan berbalut seprei putih menjadi saksi. Bahwa aku terlalu sombong, terlalu yakin dengan tangan manusia. Tak mengharap bantuanNYA. Angkuh. Kurasakan akibatnya. Sembilan bulan bersamanya,  tak menjadikanku lantas memilikinya. Pengorbananku selama itu,  tak menjamin dia akan bersamaku. Susah payahku, hilang begitu saja.

Tersadar, terpekur, dan menyesal. Tak ada gunanya. KAU Maha Kuasa. Apapun terjadi atas kehendakMU. Keyakinanku tanpa mengharap campurtangan dariMU adalah kesalahan besar. Kubuktikan itu.

Jumat, 29 Januari 2016 pukul 18.17 WIB kau lahir ke dunia tanpa tangis, tanpa nafas,  tanpa jiwa. Membiru ragamu terbelit tali penopang hidupmu. Perjuanganku berakhir isak tangis. Mutiara Az-Zahra Filayalina. Tenanglah engkau di sana. Doa kami selalu untukmu. Tunggulah kami di depan surga. Ajaklah kami bersamamu memasukinya.

Untukmu bunda, calon ibu. Teruslah berusaha demi yang terbaik. Tapi ingat,  ingatlah DIA sang pemberi hidup. Upaya dan berdoalah. Minta kebaikan dan kemudahan untuk calon buah hati. Yakinlah pertolongan manusia adalah perpanjangan kehendakNYA.

Usaha sempurnakan dengan doa.

#30DWCjilid5
#Day6

Dwi Restanti
23.06
16/4/17

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar