Alarm Jiwa

Posting Komentar

Pernahkah hatimu merasa sangat gelisah ketika melakukan suatu hal?
Raga ini ingin melakukan sesuatu tapi hati dan perasaan was-was?
Tengok kanan kiri melihat keadaan sekitar?
Takut diketahui orang lain?

Kalau iya, bersyukurlah. Itu pertanda bahwa hatimu masih berfungsi dengan baik. Hatimu masih ada sisi baiknya, meski mungkin hanya sedikit. Why? Jika kita merasa was-was saat melakukan sesuatu itu hanya ada 2 kemungkinan.

Kemungkinan pertama, kamu sedang melakukan suatu hal yang sangat kamu nantikan hasilnya, sementara kamu sendiri tidak yakin akan hasil maksimalnya. Sebagai contoh,  jika kamu seorang pelajar,  sedang menanti hasil ujian sekolah. Dag... dig... dug... bunyi dadamu, mengapa? Karena kamu belum punya gambaran nilai berapa yang akan muncul. Kamu sendiri tidak tahu perkiraannya. Beda seandainya kamu yakin prediksi nilai yang keluar. Dari 40 soal,  misal yakin 35 jawaban benar. Bisa diestimasikan nilainya antara 8 -  9. Ambil prediksi meleset 2 nomor ke bawah dan 2 nomor ke atas. Atau saat tes wawancara pekerjaan, jika melihat jenis pertanyaan yang diajukan dan jawaban yang kamu berikan,  kamu tidak yakin jawabanmu memuaskan. Maka kamu ragu bisa diterima bekerja atau tidak.

Yang kedua, hatimu memberikan alarm ke tubuh tentang apa yang sedang kamu lakukan. Alarm ini akan berbunyi berupa perasaan was-was,  takut diketahui orang lain, grogi, atau bentuk kegugupan yang lain. Alarm ini berbunyi saat kamu melakukan hal-hal yang kurang baik atau bahkan salah. Yakin,  kalau hatimu masih was-was pasti ada yang menyalahi nalurimu. Tidak biasa kamu lakukan. Sebagai contoh,  saat kamu tahu mencontek itu tidak boleh namun tetap kamu lakukan, pasti dengan sembunyi-sembunyi, takut ketahuan. Atau saat kita mendapatkan pekerjaan tapi dengan jalan tidak benar,  nepotisme misalnya. Tentu berbeda keadaan dengan memperoleh pekerjaan yang penuh susah payah.

Beda jika sesuatu yang kamu lakukan itu sudah merupakan kebiasaan,  alarm jiwa ini tidak akan lagi berfungsi dengan baik. Sudah rusak. Seorang yang terbiasa buang sampah sembarangan, saat ia melakukannya sudah tidak ada lagi rasa malu atau perasaan bersalah. Terbiasa.

Maka, bersyukurlah saat hati ini masih merasa was-was,  grogi,  takut ketahuan. Jagalah alarm ini agar tidak rusak. Bagaimana caranya? Ya... perhatikan alarm ini,  rawat dengan menanyakan pada diri sendiri 'mengapa aku grogi?', 'mengapa aku resah saat melakukan ini?', 'apakah salah?',  'mana yang salah ya?'. Niscaya,  alarm jiwa ini akan berfungsi dengan baik. Mampu mengendalikan perilaku kita. Menuntun pada jalan kebenaran.

Save our heart

#30DWCjilid5
#Day7

Dwi Restanti
11.36
17/4/17

Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar