3 Kata Ajaib #1

Posting Komentar
Pernahkah kita merasa didikte orang lain?
Bagaimana  rasanya?
Apakah  kita senang  saat diikte orang lain?
Saya yakin 100% banyak diantara  kita yang  tidak suka didikte orang lain.

Seperti itulah keadaannya jika kita mendikte anak,  meski anak sendiri maupun orang lain (guru/ pendidik khususnya).  Anak akan merasa diperintah untuk melakukan sesuatu.  Bukan dikenalkan atau dimintai tolong.

Lalu bagaimana  agar kita sebagai orang tua tidak mendikte anak? Kita sering mendengar istilah  3 kta ajaib.  Ya kata ajaib.  Anda tentunya sudah tahu dan hafal. Ya,  3 kata ajaib itu adalah  :
1. maaf
2. tolong, dan
3. terima kasih

Mengapa  3 kata ini disebut  3 kata ajaib? Karena dengan 3 kata ini kita tidak akan mendikte anak-anak.

Sebagai contoh :
1. Tolong
Ketika kita ingin anak kita segera mandi, perhatikan dua kalimat berikut :
Pertama :
"mas Arka,  ayo segera mandi! Sudah sore ini." 
Kedua :
"mas Arka,  tolong segera mandi ya!  Sudah sore ini."

Manakah diantara 2 kalimat ini yang sering kita gunakan?  Yang pertama?  Padahal, kalo kita menempatkan diposisi mas Arka, akan lebih senang mendengar  yang mana? 
Tentu banyak yang lebih  senang mendengar  kalimat  kedua. Lalu mengapa kita  lebih sering  menggunakan  jenis kalimat pertama?

Kelamaan bund,  kalau  pakai  kalimat kedua yang ada anak-anak  tidak  segera berangkat mandi.  Sebagian  ibu-ibu beralasan seperti ini.  Tapi yakinkah dengan  menggunakan  jenis kalimat pertama,  anak  akan  segera mandi? Kita capek teriak,  iya. Nambah emosi pula.  Iya kan bund?

Dengan  menambahi kata "tolong",  anak akan metada dibutuhkan.  Meteka sangat senang jika keberadaannya dibutuhkan. Mereka  akan  melakukan  sesuatu yang kita inginkan  berdasar kemauannya sendiri.  Merasa kita butuh  mereka untuk menolong  kita. Dan itu sebuah kebanggaan tersendiri.

Jadi,  jangan  lupa untuk  meminta tolong kepada anak-anak  kita,  sehingga mereka tidak ada paksaan  ketika melakukan sesuatu. 

Dwi Restanti 
21.06
28/3/17
Restanti
Restanti
Hi perkenalkan saya Restanti, seorang ibu yang ingin jadi guru utama bagi anak-anak, freelance Content Writer, dan juga blogger nubi. Segala yang berkaitan dengan profesionalitas sila tulis surel ke dwirestanti@gmail.com

Related Posts

Posting Komentar